Pantang Menyerah demi Bahagiakan Orang Tua

Pantang Menyerah demi Bahagiakan Orang Tua

“Better late than never. Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali. Keterlambatan bukanlah tolak ukur dari sebuah kesuksesan. Karena, sukses adalah milik orang-orang yang ingin berusaha dan tidak takut untuk gagal.”

Itulah yang diucapkan oleh salah seorang alumni yang kini tengah mendapatkan kesempatan untuk bekerja di sebuah Perusahaan Kontraktor Batu Bara terbesar di Indonesia.

Alumni berprestasi ini lahir di Blitar, 14 Juni 1996. Merupakan putra ke–2 dari Bpk. Muh. Sururi (Alm) dan Ibu Atik Komriati(Almh). Kini bekerja di PT Pamapersada Nusantara sebagai Operator HD. Keinginan bekerja keras untuk membahagiakan hati orang tua pada akhirnya berhasil membawa Zona Prasetya kepada pekerjaan yang diinginkan oleh banyak orang. 

Sobat Perspektif, siapa sih yang tidak kenal dengan Zona si – mata sipit ini? Alumni dari teknik pemesinan yang seringkali mendapatkan juara paralel jurusan pemesinan dan peraih 5 besar dalam nilai UNBK terbaik se–SMK Islam 1 Blitar. Tentunya semua hal itu tidak dapat dia raih tanpa kerja keras, usaha dan doa. Melalui ketekunan dan keinginan untuk bekerja di PT Pamapersada yang suadah dia tanamkan sejak menjadi siswa baru di SMK Islam 1 Blitar, maka Zona tidak putus asa untuk tetap mendapatkan nilai terbaik.

Siapa sih yang tidak ingin bekerja di PT Pamapersada Nusantara? Banyak orang yang berbondong–bondong mendaftarkan diri mereka untuk mencari kesempatan bekerja di sebuah perusahaan yang sudah bekerja sama dengan SMK Islam 1 Blitar untuk merekrut bibit muda berprestasi. Zona merupakan salah satu yang terpilih dari sekian banyak yang mendaftarkan diri.

Tentunya ada banyak tes yang dilakukan saat pendaftaran. Di antaranya adalah tes Medichal Check Up atau yang sering kita sebut dengan MCU, berikutnya adalah psikotes. Zona mengakui tes ini adalah yang paling membingungkan karena sangat mengasah otak dan itu cukup sulit. Tapi beruntung, hal itu dapat Zona lewati. Berikutnya adalah tes wawancara dan wawancara User yang dilakukan oleh pihak–pihak yang terkait. 

Setelah melakukan serangkaian wawancara, tibalah saat tes Medichal Check Up. Di mana Zona sangat terkejut ketika mengetahui bahwa dirinya lolos dari beberapa pendaftar yang mendaftarkan diri. Ternyata pada tahap terakhir ini banyak sekali yang tidak lolos. 

Nah! Tentu dibalik semua itu ada motivasi yang selalu Zona tanamkan agar membuatnya tetap bersemangat mengejar cita – citanya. Sebagai satu–satunya anak lelaki, Zona ingin sekali membahagiakan Kakak serta adiknya. Begitu juga membahagiakan kedua orang tuanya yang telah tiada. Zona tidak ingin mengecewakan hati orang–orang yang selama ini menyayanginya, menjaga, serta mendukungnya. Bagi Zona, mereka semua adalah motivasi Zona hingga bisa seperti saat ini.

Untuk para sobat pembaca perspektif, Zona Prasetya juga punya pesan nih untuk adik–adiknya yang ingin seperti dirinya.  Pertama, rajin belajar, karena sukses juga awal dari sebuah pembelajaran. Kedua, perbanyak informasi, gali informasi sebanyak–banyaknya dan di manapun juga. Ketiga, perbaiki attitude. Jangan menjadi generasi yang cerdas tanpa mengenal attitude. Keempat, daftarkan diri di pekerjaan apapun dan di manapun. Jangan takut untuk mencoba. Dan, jangan menunggu sebuah ‘pekerjaan’ yang cocok untuk kita, karena nantinya kita akan nyaman dengan sendirinya. Kelima, yang terpenting adalah jangan tinggalkan ibadah selagi kita bisa melakukannya. Jangan sekali–kali mengecewakan orang tua, sayangi dan hormati mereka selagi ada. Karena, tanpa mereka kalian buakanlah apa–apa. Zona juga berharap semoga nantinya akan lebih banyak alumni SMK Islam 1 Blitar yang akan membanggakan dan berguna bagi bangsa, agama, dan negara.

 

Dara Ayundi/2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *