Potret Maulid Nabi Muhammad SAW, Kyai Sulton: 4 Resep Ilmu Bermanfaat Hingga Mulia Di Surga

Potret Maulid Nabi Muhammad SAW, Kyai Sulton: 4 Resep Ilmu Bermanfaat Hingga Mulia Di Surga

Blitar – Peringatan Maulid Nabi Muhammad merupakan peringatan atas hari lahirnya Nabi Muhammad salallaahu ‘alaihi wasallam, rasul terakhir bagi umat Islam. Umat muslim memperingati Maulid Nabi yakni untuk mempelajari kembali perjalanan hidup Baginda Rasulullah SAW dan semangat Beliau dalam menyebarkan ajaran Islam bagi seluruh umat manusia. Sehingga dari sosok mulia ini, kita menemukan teladan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Perayaan Maulid Nabi merupakan tradisi yang berkembang di masyarakat Islam jauh setelah Nabi Muhammad SAW wafat. Di SMK Islam 1 Blitar, perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW dilakukan dengan pengajian dan salawatan bersama yang digelar di aula bengkel Austria. (Jum’at, 21/10/2022)
Seluruh peserta didik di SMK Islam 1 Blitar ikut serta menyambut peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 2022 atau hari lahirnya Rasulullah SAW dengan bersholawat bersama. Seluruh kelas X, XI dan XII ikut serta memeriahkan pengajian bersama oleh Kyai Ahmad Sulton.
Wakil kepala sekolah, M. Solikin mengatakan dalam rangka memperingati hari santri nasional, SMK Islam 1 Blitar menggelar beberapa kegiatan.
“Ada pawai , ada upacara, ada bazar” ucapnya dihadapan ribuan peserta didik.
Dalam tausiyahnya, Kyai Ahmad Sulton mengumumkan 4 resep yang dapat membuat ilmu bermanfaat hingga mulya di surga. Menurutnya, 4 resep tersebut perlu kiranya dipraktekkan oleh semua peserta didik SMK Islam 1 Blitar
Berikut 4 resepnya yang berhasil dihimpun redaksi, yaitu:
1. Bersalaman dengan guru
2. Jangan membeda-bedakan guru
3. Manut (menurut) dengan guru (misal: jangan main ponsel saat dikelas)
4. Mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW
Berikut potret kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Hari Santri Nasional Tahun 2022 di depan bengkel autria SMK Islam 1 Blitar yang digelar pagi hari.

5 Manfaat Fogging Untuk Sekolah

5 Manfaat Fogging Untuk Sekolah

Blitar – Memasuki musim hujan, berbagai upaya dilakukan untuk menekan hewan pembawa penyakit. Salah satu tindakan yang umum ditemui adalah fogging atau pengasapan. Fogging berfungsi untuk mengendalikan vektor penyakit, terutama nyamuk. Secara lebih spesifik, nyamuk yang dimaksud adalah Aedes aegypti, vektor utama penyakit demam berdarah dengue (DBD). Fogging bukan termasuk tindakan pencegahan. Meski begitu, asap fogging mampu membunuh nyamuk Aedes aegypti dewasa.
Berdasarkan penelitian, waktu optimal fogging untuk mengurangi angka kejadian DBD yang paling efektif adalah antara awal musim hujan dan puncak prevalensi.
Lantas, apakah tindakan ini aman bagi siswa siswi sekolah? Apa saja manfaat yang didapatkan dari melakukan fogging pada lingkungan sekolah? Simak 5 manfaat fogging melalui ulasan berikut!
1. Fogging Mampu Membasmi Nyamuk
Penyemprotan fogging yang bertujuan untuk membunuh nyamuk mampu membasmi kerumunan nyamuk dan jentik-jentiknya. Dengan penyemprotan fogging, kumpulan tempat yang menjadi sarang nyamuk tentunya akan menjadi bersih karena para nyamuk mati akibat semprotan dari fogging yang mengandung bahan-bahan kimia pembunuh nyamuk.
Jika populasi nyamuk berkurang, maka akan meningkatkan kenyamanan pada lingkungan sekolah.
2. Fogging Mampu Mencegah dan Mengurangi Demam Berdarah Dengue (DBD)
Seperti yang dijelaskan bahwa fogging dapat membunuh nyamuk dan jentik-jentik, ternyata hal tersebut juga dapat menimbulkan manfaat lainnya.
Dengan terbunuhnya nyamuk-nyamuk di lingkungan, mampu mengurangi tingkat penyebaran penyakit DBD, dan mengurangi resiko peseerta didik terkena demam berdarah dengue. Karena, nyamuk merupakan mediator utama yang mampu membawa virus dengue melalui gigitannya.
Sehingga, jika pihak UPTD Puskesmas melakukan penyemprotan fogging dan membasmi nyamuk khususnya nyamuk Aedes Aegypti, sekolah akan sangat mengapresiasi.
3. Fogging Disinfektan Membuat Lingkungan Jadi Lebih Steril
Jika UPTD Puskesmas melakukan fogging disinfektan tentunya hal ini dapat membuat lingkungan sekolah menjadi lebih bersih dan steril.
Hal tersebut dapat terjadi karena disinfektan berfungsi untuk membunuh kuman dan bakteri yang terdapat di lingkungan sekolah.
Baik yang terdapat di dalam ruangan dari tempat yang terjangkau hingga sudut-sudut terpencil pun tetap dapat terkena semprotan dari fogging, dan juga kuman serta bakteri yang terdapat pada benda-benda dari yang sering peserta didik gunakan hingga yang jarang digunakan.
Dengan terbunuhnya kuman dan bakteri, lingkungan sekolah tentunya akan menjadi lebih nyaman, bersih, dan steril.
4. Fogging Mobil untuk Kebersihan Bengkel Serta Lingkungan
Mungkin kebanyakan lebih sering mendengar fogging untuk nyamuk saja, tapi nyatanya fogging pun bisa dilakukan untuk kebersihan bengkel, lho.
Manfaat dari fogging bengkel ini yaitu mampu membersihkan bengkel dari kuman, bakteri, ataupun virus yang ada di dalam maupun di luar bengkel.
Sehingga ketika peserta didik lebih banyak kegiatan di dalam bengkel, apalagi ketika di kamar mandi, peserta didik tidak perlu khawatir karena lingkungan yang ditempati tersebut bersih jika dilakukan penyemprotan fogging pada bengkel.
5. Fogging Mampu Membuat Lingkungan Jadi Lebih Asri
Terkadang ada beberapa hal yang sulit untuk dibersihkan dengan baik, seperti genangan air sungai di dekat sekolah, tempat pembuangan sampah, hingga sudut-sudut terpencil yang sulit dijangkau ketika hendak dibersihkan.
Maka dari itu, fogging dapat membantu untuk membuat lingkungan tempat sekolah menjadi lebih asri, karena hilangnya berbagai nyamuk atau serangga lainnya yang dapat mengganggu kenyamanan peserta didik ketika berada di sekitar lingkungan. Peserta didik dan orang tua juga tidak lagi perlu khawatir diaganggu oleh berbagai nyamuk dan serangga.
Fogging dinilai cukup efektif dalam membersihkan lingkungan baik dari nyamuk, serangga, hingga kuman, virus, dan bakteri.
Hanya saja pihak sekolah tetap perlu memperhatikan aturan-aturan yang ada ketika melakukan fogging. Jangan sampai penyemprotan fogging malah membahayakan kesehatan diri peserta didik.
Berikut potret kegiatan fogging di SMK Islam 1 Blitar yang berhasil dihimpun redaksi. (Selasa, 18/10/2022)

Petugas fogging mengisi insektisida

Fogging di tangga sekolah

Fogging di ruang kelas

Fogging di ruang kelas

Fogging di ruang kelas

Fogging di ruang kelas

Fogging di taman depan kelas

Fogging di leb komputer

Fogging di ruang Bimbingan Konseling

Fogging di taman sekitar lapangan

Fogging di toilet sekolah

Fogging di toilet sekolah

Fogging di toilet sekolah

Fogging di kantin sekolah

Fogging di lingkungan kantin sekolah

Fogging di bengkel teknik pemesinan

Fogging di bengkel teknik pemesinan

Fogging di bengkel teknik pemesinan

Fogging di lab komputer

Fogging di bengkel

Fogging di ruangan panasonic

Fogging di mushola

Fogging di bengkel teknik pemesinan

Fogging di sekitar bengkel

Fogging di bengkel teknik sepeda motor

Fogging di toilet bengkel

Fogging di lokasi parkir siswa

Fogging di sekitar bengkel teknik komputer dan jaringan

Fogging di toilet bengkel

Fogging di lab komputer

Fogging di lab komputer

Fogging di lab komputer

Fogging di ruangan kubota

Fogging di kelas industri

Fogging di bengkel teknik kendaraan ringan

Fogging di toilet bengkel

Potret Penerapan Sekolah Bebas Bullying. Kenali 5 Jenis Bullying Berikut

Potret Penerapan Sekolah Bebas Bullying. Kenali 5 Jenis Bullying Berikut

Blitar – Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah seolah tak ada habisnya. Setelah kelar satu masalah yang mengemuka, diselesaikan, lalu muncul kasus bullying lain lagi.
Bullying adalah masalah yang kerap dijumpai di manapun. Berdasar National Association of School Psychologist, perundungan bisa mencakup ancaman fisik, menggoda dan pelecehan seksual. Sekitar 15% hingga 30% dari total murid di sebuah sekolah berpotensi menjadi korban maupun pelaku bullying.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Blitar, Bapak M. Sidiq, M.AP menjelaskan pada ratusan guru dan siswa demi menghindari bullying/perundungan di Aula SMK Islam 1 Blitar. (Selasa, 10/10/2022)
Bullying atau perundungan pada remaja bisa terjadi di mana saja dan pada siapa saja. Maka dari itu, masyarakat perlu mengetahui tanda-tanda bullying dan hal yang perlu dilakukan jika itu sampai terjadi.
Berikut penjelasan lengkap mengenai 5 jenis bullying pada remaja yang disampaikan saat workshop Penerapan Sekolah Bebas Bullying yang berhasil dirangkum redaksi di Aula SMK Islam 1 Blitar. (Selasa, 10/10/2022)
1. Bullying Verbal
Tindakan ini bisa dilakukan dengan kata-kata, pernyataan, julukan, dan tekanan psikologis yang menyakitkan atau merendahkan.
Perundungan jenis ini biasanya ditujukan pada anak yang fisik, penampilan, sifat, atau latar belakang sosialnya berbeda dari anak-anak yang lain.
2. Bullying Cyber/Dunia Maya
Umumnya media yang digunakan untuk melalukan perundungan di dunia maya yaitu media sosial, aplikasi chatting, atau surat elektronik (e-mail).
Perundungan yang terjadi biasanya berupa hinaan atau sindiran. Bisa juga berupa gosip tentang siswa yang disebarkan melalui media sosial.
3. Bullying Fisik
Perundungan fisik bisa berupa menghalangi jalan korban, menyandung, mendorong, memukul, menjambak, hingga merusak barang.
Perhatikan apabila pada tubuh anak sering muncul luka atau memar tanpa alasan yang jelas. Biasanya anak yang menjadi korban enggan untuk mengakui bahwa dirinya ditindas secara fisik.
4. Bullying Sosial
Jenis perundungan lainnya yang juga cukup sering terjadi yaitu pengucilan secara sosial.
Biasanya, anak yang mengalami jenis perundungan ini sering menyendiri, mengerjakan tugas kelompok seorang diri dan tidak pernah bermain bersama teman-teman di luar jam sekolah.
5. Bullying Seksual
Di SMA/SMK jenis perundungan ini lebih mungkin dialami. Pelaku perundungan akan mengomentari, menggoda, berusaha mengintip, bahkan menyentuh korban secara seksual.
Dalam beberapa kasus, perundungan seksual termasuk dalam tindakan kriminal yaitu pelecehan atau kekerasan seksual, yang memungkinkan pelaku ditindak secara hukum.
Kebanyakan korban dari jenis perundungan seksual adalah anak perempuan, meskipun tak menutup kemungkinan anak laki-laki juga mengalami jenis perundungan ini.
Berminat belajar tentang  bebas bullying lebih lanjut, bisa akses file berikut ini. https://drive.google.com/file/d/109uyHuIkxwQWzHU-A7G4twIUs8fn3cfv/view?usp=drivesdk
Berikut foto dokumentasi kegiatan Workshop Penerapan Sekolah Bebas Bullying yang berhasil dihimpun redaksi.

Potret Workshop Aktualisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Yogyakarta

Potret Workshop Aktualisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di Yogyakarta

Yogyakarta – Proyek penguatan profil pelajar Pancasila merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kurikulum Merdeka. Proyek penguatan profil pelajar Pancasila menjadi penting dilaksanakan dengan alokasi waktu khusus guna memberi kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu untuk mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan sekitarnya dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning).
Kala itu, SMK Islam 1 Blitar menggelar Workshop Aktualisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila secara hybrid (online dan offline) di Hotel Alana Malioboro, Yogyakarta. Hal ini penting untuk digelar sebab dalam implementasinya masih saja terdapat perbedaan persepsi antar stakeholder terkait.
Kepala sekolah SMK Islam 1 Blitar , Drs. H. Solihin, M.AP dalam sambutannya  mengungkapkan untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. (Ahad, 9/10/2022)
“Kami ingin semua informasi tentang aktualisasi penguatan profil pelajar pancasila itu sama” ungkapnya dihadapan ratusann guru dan karyawan SMK Islam 1 Blitar.
Lebih lanjut , workshop ini digelar agar ada nilai tambah mengenai kurukulum merdeka yang diusung SMK Islam 1 Blitar saat ini.
Terdapat prinsip-prinsip utama dalam proyek penguatan profil pelajar Pancasila yaitu bersifat holistik, kontekstual, berpusat pada peserta didik, dan eksploratif .
Berikut Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila(PPPPP) yang disampaikan oleh tenaga teknis Dit. SMK, Dra. Ni Wayan Suwithi, MM saat itu :
  • 1 Menyiapkan ekosistem sekolah.
  • 2. Mendesain PPPPP
  • 3 Mengelola PPPPP
  • 4. Mengolah asessment dan melaporkan hasil proyek
  • 5 Evaluasi dan tindak lanjut proyek
Nah, bagi Sobat yang ingin mengetahui lebih lanjut informasi terkait proyek penguatan profil pelajar Pancasila, silakan membaca Aktualisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila  pada tautan berikut.
Berikut potret Aktualisasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang berhasil dihimpun redaksi di Hotel Alana Malioboro.

Potret Sosialisasi Aplikasi Merdeka Mengajar di Panasonic Industry Class

Potret Sosialisasi Aplikasi Merdeka Mengajar di Panasonic Industry Class

Blitar- Merdeka Belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim.
Dalam implementasinya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia merancang superapp edukasi Merdeka Mengajar untuk membantu guru mengajar, mengembangkan kompetensi, dan berkarya lebih baik lagi.
Kala itu seluruh guru di SMK Islam 1 Blitar belajar tentang aplikasi Merdeka Mengajar. Aplikasi ini dapat di download di play store ( https://play.google.com/store/apps/details?id=id.belajar.app&hl=in&gl=US ).
Di ruangan Panasonic Industry Class, seluruh guru normatif, adaptif dan produktif SMK Islam 1 Blitar yang berjumlah lebih dari 120 guru dituntut untuk belajar mengikuti perkembangan zaman.Guru dituntut untuk mengembangkan kompetensi, dan berkarya lebih baik lagi, yang dibuktikan dengan esertifikat yang didapatkan dari Kemendikbudristek.
Perlu diketahui, untuk bisa mengakses hingga berlatih dalam aplikasi tersebut, setiap guru wajib memiliki email yang telah didaftarkan terlebih dulu yakni menggunakan email@guru.smk.belajar.id
Berikut potret tenaga pengajar SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi superapp Merdeka Mengajar di Panasonic Industry Class yang berhasil dihimpun redaksi.

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Drs. H Solihin, M.AP memeberikan arahan pada Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar dalam sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar saling bantu membantu dalam instalasi aplikasi Merdeka Mengajar dalam play store. Kamis, 22/9/2022

Drs. H Solihin, M.AP memeberikan arahan pada Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar dalam sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar saling bantu membantu dalam instalasi aplikasi Merdeka Mengajar dalam play store. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar saling bantu membantu dalam instalasi aplikasi Merdeka Mengajar dalam play store. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar saling bantu membantu dalam instalasi aplikasi Merdeka Mengajar dalam play store. Kamis, 22/9/2022

Program Indones

Potret Literasi Digital, Langkah Pelajar Beretika dan Aman Di Ruang Digital

Potret Literasi Digital, Langkah Pelajar Beretika dan Aman Di Ruang Digital

Blitar – Kerja-kerja literasi, sebagaimana lazimnya kerja di sektor edukasi pemberdayaan masyarakat, adalah kerja yang menuntut ketelatenan dan kesabaran dengan hasil yang tak dapat dengan instan seketika muncul di depan mata. Tentu saja buah kesabaran dalam edukasi adalah peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan.
Literasi digital menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia yang memiliki pengguna Internet tak kurang dari 204,7 juta jiwa, dengan 191,4 juta diantaranya adalah pengguna media sosial. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri, karena penggunaan media sosial yang besar tersebut belumlah seiring dengan dengan kemampuan literasi digital yang memadai warganet Indonesia dalam berpikir kritis, etika bermedia sosial, menghormati privasi, serta menjaga data pribadi dan keamanan digitalnya. Tanpa kemampuan literasi digital yang memadai, maka penggunaan Internet justru akan meningkatkan problematika tersendiri semisal maraknya hoaks, pencurian data pribadi serta ujaran  kebencian / SARA.
Bahkan upaya menjaga kesehatan masyarakat secara umum, semisal pencegahan penyakit menular, program imunisasi dan juga dalam konteks penanganan pandemi COVID-19, akan terhambat ketika ranah digital dipenuhi dengan hoaks. Bahkan konten positif yang berkualitas pun bahkan secara tidak langsung akan mengalami hambatan untuk tersampaikan kepada publik, karena walau kanal informasi digital terbuka luas namun referensi dan preferensi orang dalam memilah dan memilih informasi sangatlah terbatas.
Untuk itulah, sebagai upaya untuk mengambil bagian dalam peningkatan kapasitas masyarakat di bidang Literasi Digital perlu dilakukan. Melalui Gerakan Nasional Literasi Digital Kominfo , Siberkreasi, dan Pandu Digital menyelenggarakan Roadshow Literasi Digital bagi Pendidikan segmen SMK, terutama di SMK Islam 1 Blitar, Jawa Timur. (Senin-Rabu, 19 – 21 September 2022)
Pelajar Beretika dan Aman Di Ruang Digital menjadi tema utama pada kegiatan Seminaar Literasi Digital Sektor Pendidikan bersama Pandu Digital.
Dengan menghadirkan Narasumber :
1. M Ismanu Roziqi , M.Kom,  dari Pandu Digital Indonesia
2. M Subaweh, S.Pd, Ketua RTIK Kab Tulung Agung
3. M. Zainul Ichwan, S.H., M.H, Wakil Ketua Komite SMK Islam 1 Blitar
4. Mei Santi, M.M, dari Pandu Digital Indonesia
5. Novianto Puji Raharjo, M.I.Kom, Ketua Relawan TIK Jatim.
6. Rudi Trianto, S.Kom, Ketua Jurusan TKJ SMK Islam 1 Blitar
7. M Lutfi, S.Pd, Pandu Digital Indonesia
8. Abdullah Umar, S.Kom, tenaga pengajar SMK Islam 1 Blitar
Dukungan sangat baik diberikan oleh SMK Islam 1 Blitar pada pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan siswa/i SMK Islam 1 Blitar menyerap informasi terkait bidang literasi digital.
Antusiasme siswa/i juga sangat baik, menyimak dengan seksama setiap pemaparan materi yang diberikan kemudian aktif bertanya saat sesi tanya jawab. Kedepannya setelah kegiatan ini berlangsung siswa/i selain mendapat ilmu batu juga akan mendapatkan sertifikat digital dari Kominfo dan Pandu Digital Indonesia.
Dari seminar yang digelar selama 3 hari tersebut, 1126 peserta mengikuti kegiatan secara offline di aula SMK Islam 1 Blitar dan 1060 peserta mengikuti seminar secara online via zoom.
Berikut ini foto dokumentasi kegiatan yang berhasil dihimpun redaksi kala itu. (Senin-Rabu, 19 – 21 September 2022)

Page 1 of 8
1 2 3 8