Blitar, 17 Juli 2026 – SMKS Islam 1 Kota Blitar menggelar Workshop Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dan Penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMK Tahun 2026 di Aula Kampus 1 pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ahmad Haris Abdillah, S.T., M.Pd., Pengawas Pendidikan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kota/Kabupaten Blitar, sebagai narasumber utama untuk memperkuat pemahaman guru dalam mengimplementasikan kebijakan pembelajaran terbaru.
Workshop diikuti oleh perwakilan bapak dan ibu guru pengampu mata pelajaran Fase E dan Fase F. Kegiatan ini bertujuan memberikan penguatan konsep sekaligus implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menjadi salah satu arah kebijakan pendidikan nasional, serta mempersiapkan penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP) SMK Tahun 2026 agar selaras dengan kebutuhan peserta didik, dunia kerja, dan perkembangan zaman.
Dalam pemaparannya, Ahmad Haris Abdillah, S.T., M.Pd. menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam bukan sekadar menyampaikan materi, tetapi bagaimana peserta didik mampu memahami konsep secara utuh, berpikir kritis, memecahkan masalah, berkolaborasi, serta mampu mengaitkan pengetahuan dengan kehidupan nyata.
Selain membahas konsep Deep Learning, workshop juga difokuskan pada penyusunan dokumen KSP Tahun 2026, yang meliputi pembahasan struktur kurikulum, mata pelajaran pilihan, hingga penyusunan Modul Ajar/Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) Guru. Melalui kegiatan ini, para guru diberikan kesempatan untuk berdiskusi, menyusun perangkat pembelajaran, serta menyamakan persepsi agar implementasi kurikulum di sekolah berjalan lebih efektif dan berkualitas.
Kepala SMKS Islam 1 Kota Blitar, Drs. H. Gigih Widiyanto, M.Pd., menyampaikan bahwa peningkatan kompetensi guru merupakan investasi utama dalam meningkatkan mutu pendidikan.
“Perubahan kurikulum harus diikuti dengan peningkatan kompetensi guru. Workshop ini menjadi langkah strategis agar seluruh pendidik mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Dengan demikian, lulusan SMKS Islam 1 Kota Blitar akan memiliki kompetensi yang semakin relevan dengan kebutuhan dunia kerja maupun pendidikan tinggi,” ungkap beliau.
Sebagai sekolah vokasi yang mengusung motto “Skill by Religious and Discipline”, SMKS Islam 1 Kota Blitar terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penguatan kapasitas pendidik, inovasi kurikulum, serta sinergi dengan kebijakan pemerintah. Berbagai program pengembangan guru secara berkelanjutan terus dilaksanakan agar proses pembelajaran mampu menghasilkan lulusan yang kompeten, adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Melalui workshop ini, SMKS Islam 1 Kota Blitar menegaskan komitmennya untuk terus menjadi sekolah vokasi yang responsif terhadap transformasi pendidikan. Dengan kesiapan guru dalam mengimplementasikan Pendekatan Pembelajaran Mendalam dan menyusun KSP Tahun 2026, sekolah optimistis mampu menghadirkan pembelajaran yang lebih berkualitas, relevan, dan berdampak nyata bagi perkembangan peserta didik.

