HARLAH KE 54 SMK ISLAM 1 BLITAR KEMBALI GELAR FPM KE VII

HARLAH KE 54 SMK ISLAM 1 BLITAR KEMBALI GELAR FPM KE VII

Blitar, Untuk memeriahkan Hari Lahir ke 54, SMK ISLAM 1 BLITAR kembali menggelar FESTIVAL PELAJAR MUSLIM (FPM) KE VII. FPM tahun lalu sempat di gelar hybrid semi daring karena kondisi pandemi. dan pada saat puncaknya saat final diadakan di SMK Islam 1 Blitar dengan prokes yang sangat ketat dan mengurangi kerumunan masa. FPM ini adalah event bergengsi yang di ikuti ratusan sekolah smp / mts se karesidenan kediri. Tahun ini kami adakan dengan full luring dengan prokes yang ketat MARI IKUTI DAN MERIAHKAN dan dapatkan Total Hadiah Hingga puluhan juta dapat trophy dan juga piagam penghargaan.

SMK Islam 1 Blitar, mempersembahkan :
FPM ke 7 2022
Festival Pelajar Muslim 2022 SMP/MTs se Karesidenan Kediri

Apa sih FPM itu?
Festival Pelajar Muslim (FPM) merupakan acara perlombaan tingkat Karesidenan Kediri yang diselenggarakan oleh SMK Islam 1 Blitar dengan tujuan untuk ajang silaturohim antar SMP/MTs se Karesidenan Kediri dan Harlah SMK Islam 1 Blitar dengan total hadiah puluhan juta rupiah.

  • Kapan sih tanggal pelaksanaannya?
    FPM kali ini akan dilaksanakan pada
  • 📆 Ahad, 30 Januari 2022 . Jam 08.00-selesai
    📌 di SMK Islam 1Blitar

Lombanya ada apa aja sih?
FPM ke 7 2022 akan mengadakan enam cabang perlombaan dengan kategori peserta dari SMP/MTs Sederajat,
1. Shalawat Habsy dan Banjari
2. Musabaqah Tilawatil Qur’an
3. Dai Muda
4. Kaligrafi Kontemporer
5. Pop Religi
6. Pidato Bahasa Inggris

Dan seluruh rangkaian acara akan ditutup dengan Pengumuman dan penyerahan hadiah
🕐 TIMELINE
Pendaftaran : 12 Desember 2021 – 22 Januari 2022
Technical Meeting : Sabtu, 22 Januari 2022. Jam 08.00
Pelaksanaan : Ahad, 30 Januari 2022. Jam 08.00-selesai

Alur Pendaftaran
➡ Pendaftaran melaui link dibawah:
1. Shalawat
2. MTQ
3. Dai
4. Kaligrafi
5. Pop Religi
6. Pidato Bahasa Inggris
Untuk info lebih lanjut mengenai FPM KE 7 2022 bisa hubungi
📞 CP : 085855502079 (Sugianto) / 085755481643 (Abdul Majid)
Untuk info lebih lanjut klik
➡grup facebook https://www.facebook.com/groups/1341174285956308/

NB :
1. Pendaftaran gratis
2. Disediakan makan siang
3. Bagi pemenang akan mendapatkan beasiswa selama 3 tahun dari SMK Islam 1Blitar
#FPMKE72022

JUKNIS FPM VII

Lihat keseruan FINAL FPM KE 6

 

TAMBAH FASILITAS PENDIDIKAN – TEKNIK PEMESINAN SMK ISLAM 1 BLITAR

TAMBAH FASILITAS PENDIDIKAN – TEKNIK PEMESINAN SMK ISLAM 1 BLITAR

BLITAR, SMK ISLAM 1 BLITAR – Perkembangan teknologi era digital dengan frame work Industri 4.0 – mendorong perubahan di dunia industri yang sebelumnya mesin dijalankan manual dan saat ini dijalankan secara otomatis dengan hanya memasukkan instruksi kerja.

Di era serba otomatis ini, dunia pendidikan terutama SMK juga mengalami perkembangan termasuk dalam meningkatkan kompetensi siswa-siswinya agar tidak tertinggal dengan perkembangan era industri.

SMK Islam 1 Blitar selalu berusaha menjawab tantangan era indutri tersebut dengan memenuhi fasilitas pendidikan. Salah satunya adalah Jurusan Teknik Pemesinan SMK Islam 1 Blitar saat ini menambah mesin CNC, yang terdiri dari 2 unit CNC Milling dan 1 Unit CNC Turning.

“Tujuan utama penambahan alat yaitu untuk memenuhi kebutuhan peralatan praktik dalam rangka kegiatan belajar mengajar. Untuk mewujudkan sekolah berbasis industri, sehingga bisa mencetak lulusan yang terampil, siap kerja dan sesuai dengan kebutuhan Dunia Usaha Dunia Industri dan Dunia Kerja (DUDIKA), ” Ujar Trian Wahyuliono, Kepala Program Keahlian Teknik Pemesinan SMK Islam 1 Blitar.

“Penambahan fasilitas ini dalam rangka pengembangan pembelajaran Teaching Factory. Peralatan yang di gunakan harus standart mesin produksi seperti di DUDIKA” Ujar Rohman, Waka Sarpras SMK Islam 1 Blitar.

Saat ini SMK Islam 1 Blitar memiliki mesin CNC sejumlah 7 unit yang terdiri dari CNC Turning 3 unit dan CNC milling 4 unit.

MKNU DI SMK ISLAM 1 BLITAR

MKNU DI SMK ISLAM 1 BLITAR

Blitar – Sejumlah pendidik dan tenaga kependidikan muslim di Kota Blitar mengikuti Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) berjumlah total 115 peserta di Pondok Pesantren Al Muhsin SMK Islam 1 Blitar, selama tiga hari (2-4 Agustus 2019).

“Alhamdulillah, peserta komposisi MKNU yang digelar kali ini berbeda. Karena para pesertanya adalah seluruh pendidik dan tenaga kependidikan di SMK Islam 1 Blitar,” terang Susiyah, S.Sos pengurus LAZISNU dalam rilis yang diterima nublitar.or.id, Jum’at, 2 Agustus 2019
Para pemateri, terusnya, merupakan sejumlah pengurus PBNU, yakni Drs. H. Sultonul Huda, M.Si, dan Ir. H. Suwadi D Pranoto. Adapun pemateri dari PWNU Jawa Timur, yakni KH. Marzuki Mustamar, Ir. M Koderi, M.T, KH. Safrudin Syarief, Dr. H. Edy Susanto, KH. Abdus Salam Shochib, Dr. KH. Fahrur Rozi, M.Pd, KH. Reza Ahmad , Lc MA, Hakim Jayli, M.Si, dan Gus Abdul Wahid Mahfudz.
Menurut Susiyah, agenda MKNU merujuk pada Anggaran Dasar NU yang ditelurkan dalam Muktamar Ke-33 NU di Jombang, 2015 lalu.

“MKNU kali ini memiliki materi yang cukup padat, diantaranya dasar pemikiran MKNU, relasi dan respon NU terhadap ideologi, relasi dan respon NU terhadap negara, arah dan cita-cita perjuangan NU, taujiat PWNU Jawa Timur, post: truth; memperkuat strategi dahwah NU melalui teknologi media, NU mengekspor Islam Nusantara, hingga NU dan pemberdayaan ekonomi umat,” sebutnya.
MKNU di Pondok Pesantren Al Muhsin SMK Islam 1 Blitar ini juga dihadiri oleh Walikota Blitar, Santoso, M.Pd. Beliau sangat mengapresiasi kegiatan MKNU ini. Hingga perlu dilanjutkan estafet kaderisasi secara berkelanjutan.
Acara ini juga dihadiri oleh ketua tanfidziyah PCNU Kota Blitar, Dr.Habib Bawafi.M.HI dan rois syuriah PCNU Kota Blitar KH. Abdul Karim Muhaimin serta Forkompimda Kota Blitar.

Dalam sambutannya saat pembukaan MKNU, ketua tanfidziyah PWNU Jawa Timur KH. Marzuki Mustamar, menguraikan sejarah singkat NU di Blitar kab/kota. Juga bercerita tentang orang Yaman dan Afganistan yang keduanya selalu hidup tidak tenang karena terjadi perang.
“Insyaalloh matinya khusnul khotimah. Walaupun di dunia perang terus, remuk, amoh tapi islamnya mengikuti paham ahlu sunah wal jama’ah.”tuturnya
“Orang nasionalis yang hidupnya sering bersenang-senang, berfoya-foya, bermaksiat, bahkan ada yang suka gendaan, maka di akhirat akan amoh dan sengsara.” ucapnya tegas.

KH. Marzuki Mustamar juga menjelaskan beberapa amalan yang diingkari oleh Wahabi.
“Contoh amalan ahlu sunah yang ada dalam kitab Bukhori, hal. 4377 adalah tawasul kepada syech Abdul Qodir Al Jaelani, tetapi orang wahabi mengingkarinya. Contoh lain yaitu salaman (berjabat tangan) setelah sholat jama’ah, mereka tidak mau seperti itu. Mereka tidak amanah, tidak mau menjelaskan kepada pengikutnya bahwa samua itu adalah sunnah Rosululloh SAW.” kata penulis kitab Al-Muqtathafat li ahl al-Bidayat ini.
“Qunut dalam sholat subuh juga sunnah Rosul, tapi mereka juga tidak mau menyampaikan kepada umatnya. Anas bin malik ketika ditanya salah seorang sahabat, apakah Nabi SAW ber qunut pada sholat subuh? Jawabnya iya, Nabi membaca Qunut setelah bangun dari ruku’.” ucap Pimpinan Pondok Pesantren Sabiilul Rosyad, Gasek, Malang, Jawa Timur ini.
“Kalau ada guru SMK Islam yang tidak mau menyampaikan ajaran aswaja, pecat saja. Karena tidak amanah.” tuturnya yang disambut tawa para hadirin.

“Pujian setelah adzan sambil nunggu jama’ah datang. Timbang mlongo kan lebih baik dibuat doa. Ngono yo dilokne jare kuwi dongo opo nyanyi? Kalau ada yang tanya kepada kita, kita harus jawab, dongo (doa). Karena hal itu hadits nya shohih : bukhori,hal. 2837, bahwa sahabat pernah mendengar Nabi SAW membaca pujian setelah adzan dan dilagukan dalam bentuk syi’ir.” ungkap dosen di fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maliki Malang ini.
“Panggah NU : Islame murni, wasilahe jelas, sanade sambung tekan kanjeng Nabi. Mulai dari imam syafi’i, tidak ada hadits yang dicurangi, hingga ilmunya lengkap.” ucapnya.
“Kita harus ngaji pada kyai sepuh supaya kita terhindar dari penyimpangan-penyimpangan isi dari kitab-kitab salafi. Karena ada sebuah kitab hadits cetakan baru, setelah diteliti kitab hadits tersebut hilang kurang lebih 50 hadits.” pungkasnya.