by Tim Media SMK Islam 1 Blitar | Oct 8, 2026 | Artikel, Teknik Sepeda Motor
Blitar, 8 Oktober 2026 – SMKS Islam 1 Kota Blitar (SMEKISA) bekerja sama dengan AHASS Sumber Purnama Sakti menggelar aksi sosial bertajuk “Service 8.100 Sepeda Motor Gratis” di Bengkel Teknik Sepeda Motor (TSM) Kampus 2 pada Kamis (8/10/2026). Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka menyemarakkan momentum Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur Tahun 2026.
Aksi pelayanan teknis ini merupakan bagian dari gerakan serentak SMK bersama mitra industri se-Jawa Timur untuk menghadirkan manfaat keahlian vokasi secara nyata kepada masyarakat dan lingkungan sekolah. Mengambil tempat di bengkel kerja TSM Kampus 2, para murid kejuruan dengan bimbingan langsung mekanik profesional AHASS melayani puluhan kendaraan roda dua milik warga SMKS Islam 1 Kota Blitar mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Layanan difokuskan pada servis ringan berkala dengan kuota terbatas 50 unit kendaraan, di mana 20 pendaftar pertama memperoleh fasilitas oli mesin gratis.
Kepala SMKS Islam 1 Kota Blitar, H. Rohman, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas sinergi konkret yang terjalin antara satuan pendidikan kejuruan, dunia industri, dan agenda pemerintah provinsi.
“Bakti sosial servis gratis ini adalah wujud nyata penerapan teaching factory dan pengabdian masyarakat dari kompetensi keahlian Teknik Sepeda Motor. Murid-murid kami belajar melayani konsumen dengan standar operasional bengkel resmi, menjaga etos kerja disiplin, serta berkontribusi langsung memeriahkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Kerja sama bersama AHASS Sumber Purnama Sakti membuktikan bahwa lulusan vokasi siap kerja dan tanggap kebutuhan industri,” ungkap beliau.
Antusiasme terlihat sejak pagi hari ketika kendaraan roda dua mulai memasuki area bengkel. Dalam praktiknya, para murid melakukan pengecekan menyeluruh, mulai dari penyetelan rantai, pembersihan filter udara, hingga pemeriksaan sistem kelistrikan dan pengereman. Apabila ditemukan komponen yang memerlukan penggantian suku cadang, tim mekanik mengomunikasikannya terlebih dahulu kepada pemilik kendaraan guna menjaga transparansi dan kenyamanan servis.
Melalui keikutsertaan dalam agenda serentak Jawa Timur ini, SMKS Islam 1 Kota Blitar kian memantapkan perannya sebagai rujukan pendidikan vokasi teknik otomotif roda dua di Blitar Raya. Pembiasaan budaya kerja industri ini terus dipupuk demi mencetak mekanik muda yang terampil, profesional, serta berintegritas tinggi selaras dengan moto sekolah:“Skill by Religious and Discipline.”














by Tim Media SMK Islam 1 Blitar | Aug 3, 2026 | Kegiatan Sekolah, Teknik Sepeda Motor
Blitar, 31 Juli–1 Agustus 2026 – SMKS Islam 1 Kota Blitar bersama PT Mitra Pinasthika Mulia (MPM Honda Jatim) menyelenggarakan Mechanical Skill Training for Persons with Disability sebagai wujud nyata pendidikan vokasi yang inklusif dan berdampak. Pelatihan yang berlangsung selama dua hari di bengkel Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKS Islam 1 Kota Blitar ini diikuti oleh enam anggota Disable Motorcycle Indonesia (DMI) Blitar dengan tujuan meningkatkan kapasitas keterampilan dalam pemeliharaan dan perbaikan sepeda motor.
Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara dunia pendidikan vokasi, dunia industri, dan komunitas dalam memberikan kesempatan belajar yang setara bagi penyandang disabilitas. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi Light Service sepeda motor yang meliputi pemeriksaan oli mesin, kondisi busi, sistem pengereman, tekanan angin ban, hingga pengecekan komponen keselamatan sebelum berkendara. Seluruh materi disampaikan melalui metode pembelajaran yang sederhana, interaktif, dan didominasi praktik sehingga mudah dipahami oleh seluruh peserta.
Pelatihan dipandu langsung oleh Tim Instruktur Program Keahlian Teknik Sepeda Motor (TSM) SMKS Islam 1 Kota Blitar, termasuk Made Kusbanu, S.Pd., guru produktif TSM yang sebelumnya berhasil meraih Juara 1 Festival Vokasi Satu Hati Tingkat Nasional 2026. Berbekal pengalaman dan kompetensi di tingkat nasional, para instruktur memberikan pembelajaran yang aplikatif sehingga peserta dapat mempraktikkan secara langsung teknik pemeriksaan dan perawatan dasar sepeda motor sesuai standar industri Honda.
Kepala SMKS Islam 1 Kota Blitar, Drs. H. Gigih Widiyanto, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata peran sekolah vokasi dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami ingin kompetensi yang dimiliki sekolah tidak hanya dimanfaatkan untuk peserta didik, tetapi juga dapat dirasakan oleh masyarakat luas. Pendidikan vokasi tidak hanya mencetak lulusan yang siap kerja, tetapi juga hadir untuk berbagi ilmu, meningkatkan keterampilan, serta memberikan kesempatan belajar bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas,” ujar beliau.
Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelatihan. Selain mendapatkan wawasan baru mengenai perawatan sepeda motor, mereka juga memperoleh pengalaman praktik secara langsung dengan pendampingan intensif dari para instruktur.
Salah satu peserta, Angga, anggota DMI Blitar, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan tersebut.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat. Saya jadi lebih memahami cara memeriksa oli, busi, rem, dan komponen dasar sepeda motor. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkapnya.
Sebagai salah satu sekolah binaan MPM Honda Jatim, SMK Islam 1 Kota Blitar saat ini telah berstatus Tempat Uji Kompetensi (TUK) Astra Honda. Bersama 100 SMK Program Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Honda yang tersebar di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Timur, sekolah terus berkontribusi dalam penguatan pendidikan vokasi melalui penerapan kurikulum berbasis industri, peningkatan kompetensi guru, serta berbagai program pengabdian kepada masyarakat.
Melalui Mechanical Skill Training for Persons with Disability, SMKS Islam 1 Kota Blitar kembali menegaskan komitmennya sebagai sekolah vokasi yang tidak hanya fokus mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga menjadi pusat pemberdayaan masyarakat melalui transfer ilmu dan keterampilan. Kolaborasi antara sekolah, industri, dan komunitas ini diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan belajar, meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas, serta memperkuat semangat pendidikan vokasi yang inklusif, adaptif, dan berdampak bagi masyarakat luas.




















