Potret Penerapan Sekolah Bebas Bullying. Kenali 5 Jenis Bullying Berikut

Potret Penerapan Sekolah Bebas Bullying. Kenali 5 Jenis Bullying Berikut

Blitar – Kasus perundungan atau bullying di lingkungan sekolah seolah tak ada habisnya. Setelah kelar satu masalah yang mengemuka, diselesaikan, lalu muncul kasus bullying lain lagi.
Bullying adalah masalah yang kerap dijumpai di manapun. Berdasar National Association of School Psychologist, perundungan bisa mencakup ancaman fisik, menggoda dan pelecehan seksual. Sekitar 15% hingga 30% dari total murid di sebuah sekolah berpotensi menjadi korban maupun pelaku bullying.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kota Blitar, Bapak M. Sidiq, M.AP menjelaskan pada ratusan guru dan siswa demi menghindari bullying/perundungan di Aula SMK Islam 1 Blitar. (Selasa, 10/10/2022)
Bullying atau perundungan pada remaja bisa terjadi di mana saja dan pada siapa saja. Maka dari itu, masyarakat perlu mengetahui tanda-tanda bullying dan hal yang perlu dilakukan jika itu sampai terjadi.
Berikut penjelasan lengkap mengenai 5 jenis bullying pada remaja yang disampaikan saat workshop Penerapan Sekolah Bebas Bullying yang berhasil dirangkum redaksi di Aula SMK Islam 1 Blitar. (Selasa, 10/10/2022)
1. Bullying Verbal
Tindakan ini bisa dilakukan dengan kata-kata, pernyataan, julukan, dan tekanan psikologis yang menyakitkan atau merendahkan.
Perundungan jenis ini biasanya ditujukan pada anak yang fisik, penampilan, sifat, atau latar belakang sosialnya berbeda dari anak-anak yang lain.
2. Bullying Cyber/Dunia Maya
Umumnya media yang digunakan untuk melalukan perundungan di dunia maya yaitu media sosial, aplikasi chatting, atau surat elektronik (e-mail).
Perundungan yang terjadi biasanya berupa hinaan atau sindiran. Bisa juga berupa gosip tentang siswa yang disebarkan melalui media sosial.
3. Bullying Fisik
Perundungan fisik bisa berupa menghalangi jalan korban, menyandung, mendorong, memukul, menjambak, hingga merusak barang.
Perhatikan apabila pada tubuh anak sering muncul luka atau memar tanpa alasan yang jelas. Biasanya anak yang menjadi korban enggan untuk mengakui bahwa dirinya ditindas secara fisik.
4. Bullying Sosial
Jenis perundungan lainnya yang juga cukup sering terjadi yaitu pengucilan secara sosial.
Biasanya, anak yang mengalami jenis perundungan ini sering menyendiri, mengerjakan tugas kelompok seorang diri dan tidak pernah bermain bersama teman-teman di luar jam sekolah.
5. Bullying Seksual
Di SMA/SMK jenis perundungan ini lebih mungkin dialami. Pelaku perundungan akan mengomentari, menggoda, berusaha mengintip, bahkan menyentuh korban secara seksual.
Dalam beberapa kasus, perundungan seksual termasuk dalam tindakan kriminal yaitu pelecehan atau kekerasan seksual, yang memungkinkan pelaku ditindak secara hukum.
Kebanyakan korban dari jenis perundungan seksual adalah anak perempuan, meskipun tak menutup kemungkinan anak laki-laki juga mengalami jenis perundungan ini.
Berminat belajar tentang  bebas bullying lebih lanjut, bisa akses file berikut ini. https://drive.google.com/file/d/109uyHuIkxwQWzHU-A7G4twIUs8fn3cfv/view?usp=drivesdk
Berikut foto dokumentasi kegiatan Workshop Penerapan Sekolah Bebas Bullying yang berhasil dihimpun redaksi.

10 Kewajiban Pramuka Bantara Yang Jarang Diketahui. Yuukk Disimak !

10 Kewajiban Pramuka Bantara Yang Jarang Diketahui. Yuukk Disimak !

Blitar – Penegak Bantara adalah tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum pertama dalam satuan Pramuka Penegak sebelum Penegak Laksana. Golongan Pramuka Penegak yang belum menyelesaikan Syarat-syarat Kecakapan Umum (SKU) Penegak Bantara belum dianggap sebagai Pramuka Penegak dan disebut sebagai “Tamu Ambalan”, atau “Tamu Penegak”
Bantara merupakan Tanda Kecakapan Umum (TKU) dari golongan pramuka tingkat Penegak. Kata bantara sendiri berasal dari bahasa sangsekerta yang berarti pengawal atau ajudan. Ada juga yang mengartikan bahwa bantara merupakan kependekan dari Bantuan Tenaga Rakyat.
Kegiatan ini merupakan kegiatan wajib dilaksanakan guna untuk melanjutkan kepengurusan bantara sebelumnya serta untuk melanjutkan tugas pokok dewan ambalan sekaligus sebagai proses penyelesaian kecakapan umum tingkat penegak bantara. Perlu diketahui untuk mengikuti pelantikan penegak bantara ini, para calon sebelumnya telah menyelesaikan berbagai tugas yang termuat dalam syarat-syarat kecakapan umum (SKU) penegak bantara, yang terdiri dari 5 unsur pengembangan yaitu Spritual, Emosional, Sosial, Intelektual, dan Fisik.

Siswa siswi SMK Islam 1 Blitar mengikuti diklat Penegak Bantara. Sabtu, 24/9/2022

Dilansir dari berbagai sumber, setelah anggota penegak dinyatakan lolos dan layak naik tingkat menjadi bantara, ada beberapa tugas dan kewajiban yang harus dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab.
  • Mengingatkan jalannya pemerintahan
  • Menjaga jalannya pemerintahan
  • Mengawal jalannya pemerintahan
Berikut adalah 10 kewajiban sebagai penegak bantara yang jarang diketahui publik, so perlu sobat ketahui, meliputi :
  1. Meningkatkan rasa percaya diri
  2. Menjaga nama baik pribadi dan ambalannya
  3. Mengembangkan daya kreatif
  4. Berani menyampaikan pendapat kepada orang lain
  5. Menghargai dan menerima kritikan orang lain
  6. Bertanggung jawab atas tugas yang diberikan kepadanya
  7. Berbakti kepada masyarakat, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  8. Mengembangjan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  9. Meningkatkan jiwa kepemimpinannya
  10. Senantiasa bermanfaat bagi diri sendiri, orang tua, lingkungan dan masyarakat
Sekarang sudah tahu kan ? semoga artikel tentang 10 kewajiban penegak bantara bisa bermanfaat dan menambah wawasan sobat sebagai kader bangsa. Salam Pramuka!!!
Potret Sosialisasi Aplikasi Merdeka Mengajar di Panasonic Industry Class

Potret Sosialisasi Aplikasi Merdeka Mengajar di Panasonic Industry Class

Blitar- Merdeka Belajar adalah program kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim.
Dalam implementasinya Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia merancang superapp edukasi Merdeka Mengajar untuk membantu guru mengajar, mengembangkan kompetensi, dan berkarya lebih baik lagi.
Kala itu seluruh guru di SMK Islam 1 Blitar belajar tentang aplikasi Merdeka Mengajar. Aplikasi ini dapat di download di play store ( https://play.google.com/store/apps/details?id=id.belajar.app&hl=in&gl=US ).
Di ruangan Panasonic Industry Class, seluruh guru normatif, adaptif dan produktif SMK Islam 1 Blitar yang berjumlah lebih dari 120 guru dituntut untuk belajar mengikuti perkembangan zaman.Guru dituntut untuk mengembangkan kompetensi, dan berkarya lebih baik lagi, yang dibuktikan dengan esertifikat yang didapatkan dari Kemendikbudristek.
Perlu diketahui, untuk bisa mengakses hingga berlatih dalam aplikasi tersebut, setiap guru wajib memiliki email yang telah didaftarkan terlebih dulu yakni menggunakan email@guru.smk.belajar.id
Berikut potret tenaga pengajar SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi superapp Merdeka Mengajar di Panasonic Industry Class yang berhasil dihimpun redaksi.

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Drs. H Solihin, M.AP memeberikan arahan pada Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar dalam sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar saling bantu membantu dalam instalasi aplikasi Merdeka Mengajar dalam play store. Kamis, 22/9/2022

Drs. H Solihin, M.AP memeberikan arahan pada Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar dalam sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar mengikuti sosialisasi Merdeka Mengajar. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar saling bantu membantu dalam instalasi aplikasi Merdeka Mengajar dalam play store. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar saling bantu membantu dalam instalasi aplikasi Merdeka Mengajar dalam play store. Kamis, 22/9/2022

Bapak/Ibu guru SMK Islam 1 Blitar saling bantu membantu dalam instalasi aplikasi Merdeka Mengajar dalam play store. Kamis, 22/9/2022

Program Indones

Potret Literasi Digital, Langkah Pelajar Beretika dan Aman Di Ruang Digital

Potret Literasi Digital, Langkah Pelajar Beretika dan Aman Di Ruang Digital

Blitar – Kerja-kerja literasi, sebagaimana lazimnya kerja di sektor edukasi pemberdayaan masyarakat, adalah kerja yang menuntut ketelatenan dan kesabaran dengan hasil yang tak dapat dengan instan seketika muncul di depan mata. Tentu saja buah kesabaran dalam edukasi adalah peningkatan kompetensi SDM secara berkelanjutan.
Literasi digital menjadi tantangan bagi bangsa Indonesia yang memiliki pengguna Internet tak kurang dari 204,7 juta jiwa, dengan 191,4 juta diantaranya adalah pengguna media sosial. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri, karena penggunaan media sosial yang besar tersebut belumlah seiring dengan dengan kemampuan literasi digital yang memadai warganet Indonesia dalam berpikir kritis, etika bermedia sosial, menghormati privasi, serta menjaga data pribadi dan keamanan digitalnya. Tanpa kemampuan literasi digital yang memadai, maka penggunaan Internet justru akan meningkatkan problematika tersendiri semisal maraknya hoaks, pencurian data pribadi serta ujaran  kebencian / SARA.
Bahkan upaya menjaga kesehatan masyarakat secara umum, semisal pencegahan penyakit menular, program imunisasi dan juga dalam konteks penanganan pandemi COVID-19, akan terhambat ketika ranah digital dipenuhi dengan hoaks. Bahkan konten positif yang berkualitas pun bahkan secara tidak langsung akan mengalami hambatan untuk tersampaikan kepada publik, karena walau kanal informasi digital terbuka luas namun referensi dan preferensi orang dalam memilah dan memilih informasi sangatlah terbatas.
Untuk itulah, sebagai upaya untuk mengambil bagian dalam peningkatan kapasitas masyarakat di bidang Literasi Digital perlu dilakukan. Melalui Gerakan Nasional Literasi Digital Kominfo , Siberkreasi, dan Pandu Digital menyelenggarakan Roadshow Literasi Digital bagi Pendidikan segmen SMK, terutama di SMK Islam 1 Blitar, Jawa Timur. (Senin-Rabu, 19 – 21 September 2022)
Pelajar Beretika dan Aman Di Ruang Digital menjadi tema utama pada kegiatan Seminaar Literasi Digital Sektor Pendidikan bersama Pandu Digital.
Dengan menghadirkan Narasumber :
1. M Ismanu Roziqi , M.Kom,  dari Pandu Digital Indonesia
2. M Subaweh, S.Pd, Ketua RTIK Kab Tulung Agung
3. M. Zainul Ichwan, S.H., M.H, Wakil Ketua Komite SMK Islam 1 Blitar
4. Mei Santi, M.M, dari Pandu Digital Indonesia
5. Novianto Puji Raharjo, M.I.Kom, Ketua Relawan TIK Jatim.
6. Rudi Trianto, S.Kom, Ketua Jurusan TKJ SMK Islam 1 Blitar
7. M Lutfi, S.Pd, Pandu Digital Indonesia
8. Abdullah Umar, S.Kom, tenaga pengajar SMK Islam 1 Blitar
Dukungan sangat baik diberikan oleh SMK Islam 1 Blitar pada pelaksanaan kegiatan tersebut. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan siswa/i SMK Islam 1 Blitar menyerap informasi terkait bidang literasi digital.
Antusiasme siswa/i juga sangat baik, menyimak dengan seksama setiap pemaparan materi yang diberikan kemudian aktif bertanya saat sesi tanya jawab. Kedepannya setelah kegiatan ini berlangsung siswa/i selain mendapat ilmu batu juga akan mendapatkan sertifikat digital dari Kominfo dan Pandu Digital Indonesia.
Dari seminar yang digelar selama 3 hari tersebut, 1126 peserta mengikuti kegiatan secara offline di aula SMK Islam 1 Blitar dan 1060 peserta mengikuti seminar secara online via zoom.
Berikut ini foto dokumentasi kegiatan yang berhasil dihimpun redaksi kala itu. (Senin-Rabu, 19 – 21 September 2022)

Potret Cara Kerja Mesin CNC Milling dan CNC Turning

Potret Cara Kerja Mesin CNC Milling dan CNC Turning

Blitar – Perkembangan ekonomi di Indonesia tak lepas dari geliat pertumbuhan industri lokal. Terlebih, saat ini industri permesinan dalam negeri sudah mampu memproduksi mesin lokal bermutu.
Salah satunya mesin Computer Numerical Control (CNC) Milling dan CNC Turning yang dibesut SMK Islam 1 Blitar. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Islam 1 yang berlokasi di Blitar, Jawa Timur, ini menjadi pelopor SMK Program Keunggulan (PK) dalam mesin perkakas produksi untuk praktek peserta didik dalam dunia pendidikan.
Mesin Milling (Frais) CNC adalah alat potong yang dioperasikan oleh mesin yang diprogram dan dikelola oleh sistem Computer Numerical Control (CNC) untuk menyingkirkan/memotong material dari benda kerja secara akurat.
Cara kerja mesin milling dapat dikatakan mirip seperti cara kerja mesin drilling atau bor, yaitu pemotongnya sama-sama bergerak berputar saat operasi. Pada proses pengeboran, benda kerja ditekan dengan pemotongnya sehingga material yang dikenai akan terpahat dari arah vertikal maupun sudut.
Mesin ini sendiri akan dapat melakukan pengerjaan daripada pekerjaan pengefraisan muka, datar, spira, roda gigi, pengeboran hingga reamer dan juga pembuatan dari alur luar dan alur dalam.
Sedangkan kerja Mesin Bubut CNC sama dengan Mesin Bubut konvensional yaitu benda kerja yang dipasang pada cekam bergerak sedangkan alat potong diam. Untuk arah gerakan pada Mesin Bubut diberi lambang sebagai sumbu X untuk arah gerakan melintang tegak lurus terhadap sumbu putar.
Mesin bubut otomatis ini  telah dikembangkan dengan menggunakan perintah – perintah numerik yang berupa kode huruf dan angka oleh perangkat komputer.
Berikut ini potret hadirnya 1 mesin CNC  Milling dan 1 mesin CNC Turning yang berharga ratusan juta di SMK Islam 1 Blitar. (Sabtu, 30 Juli 2022)

Upaya Pelajar SMK Islam 1 Blitar Dilatih Langsung oleh Batalyon Infanteri 511 Saat Bela Negara

Upaya Pelajar SMK Islam 1 Blitar Dilatih Langsung oleh Batalyon Infanteri 511 Saat Bela Negara

Blitar – Bela negara bukan hanya tanggung jawab atau kewajiban pihak tertentu saja, namun menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, disebutkan jika setiap warga negara berhak serta wajib ikut dalam upaya pembelaan negara.
Bela negara merupakan sikap dan tindakan warga negara yang teratur serta menyeluruh, dilandaskan pada sikap cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, dan rela berkorban untuk menghilangkan segala bentuk ancaman dari tanah air. Upaya bela negara bisa dilakukan setiap masyarakat Indonesia, yang mana disesuaikan dengan profesi individu. Salah satu contohnya pelajar.
Upaya yang dapat dilakukan pelajar dalam rangka mendukung upaya bela negara adalah mengikuti dan mempelajari pendidikan kewarganegaraan Pelajar bisa melakukan upaya bela negara dengan mengikuti pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, yang diselenggarakan di setiap sekolah. Hal ini tercantum dalam Pasal 9 ayat (2) Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.
Sebagai pelajar, upaya bela negara yang bisa dilakukan ialah dengan menaati seluruh tata tertib sekolah. Kebiasaan menaati tata tertib di sekolah akan berbuah baik ketika hidup di lingkungan masyarakat. Karena kebiasaan ini akan membuat seluruh masyarakat patuh serta taat kepada hukum dan bukannya melanggar peraturan yang telah dibuat.
Upaya lain bela negara yang bisa dilakukan pelajar, yakni  mengikuti upacara bendera karena dapat menumbuhkan sikap patriotisme dan nasionalisme di kalangan pelajar. Selain itu, sikap khidmat saat upacara juga berarti menghargai serta menghormati para pahlawan yang telah gugur saat memerdekakan Indonesia.
Upaya bela negara yang tak kalah menting yakni rajin belajar karena para pelajar SMK Islam 1 Blitar akan menjadi generasi penerus bangsa yang suatu saat nanti akan memimpin Indonesia. Selain itu, rajin belajar juga dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Kab Kota Blitar.
Dalam mewujudkan pelajar yang cinta tanah air, hingga mampu melakukan pembelaan negara, SMK Islam 1 Blitar menggelar kegiatan bela negara.
Kegiatan ini bekerja sama dengan Batalyon Infanteri 511/Dibyatara Yodha atau Yonif 511/Badak Hitam yang merupakan Batalyon Infanteri yang berada di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya. Batalyon  ini bermarkas di Jl Maluku No. 14 Kelurahan Karangtengah Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Kegiatan ini berlangsung dari hari kamis-sabtu ,21-23 Juli 2022, berlokasi di lapangan Jatimalang, kota Blitar
Berikut ini potret pelajar SMK Islam 1 Blitar jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan teknik Pemesinan saat mengikuti bela negara 2022.

Pelajar SMK Islam 1 Blitar mengikuti Bela Negara

Pelajar SMK Islam 1 Blitar mengikuti Bela Negara

Pelajar SMK Islam 1 Blitar mengikuti Bela Negara

Pelajar SMK Islam 1 Blitar mengikuti Bela Negara

Pelajar SMK Islam 1 Blitar mengikuti Bela Negara

Pelajar SMK Islam 1 Blitar mengikuti Bela Negara

Pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Wali kelas yang selalu setia mendampingi

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Setia mendampingi pelajar saat mengikuti bela negara

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Ibu guru yang selalu mendampingi pelajar saat bela negara

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya

Potret pelajar SMK Islam 1 Blitar dilatih langsung oleh Batalyon Infanteri 511 di bawah komando Korem 081/Dhirotsaha Jaya