Anjangsana dan Santunan Anak Yatim Memperingati Tahun Baru Islam 1445 H : Demi Berbagi Kebahagiaan Dengan Yang Membutuhkan

Anjangsana dan Santunan Anak Yatim Memperingati Tahun Baru Islam 1445 H : Demi Berbagi Kebahagiaan Dengan Yang Membutuhkan

Blitar– Menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1445 H, sejumlah lembaga dan organisasi di seluruh Indonesia menggelar berbagai kegiatan amal sebagai bagian dari perayaan tahun baru dalam kalender Islam. Pada hari ini, Ahad (30/7), anjangsana dilakukan oleh SMK Islam 1 Blitar dengan menggelar santunan anak yatim sebagai upaya bersama dalam memberikan dukungan dan kebahagiaan bagi anak-anak yang kurang beruntung.

Di SMK Islam 1 Blitar , puluhan anak yatim diundang untuk merayakan Tahun Baru Islam di pondok pesantren Al Muhsin . Acara tersebut dihadiri oleh Bapak Ibu Guru SMK Islam 1 Blitar beserta berbagai dermawan dan sukarelawan yang ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka yang membutuhkan.

Dalam suasana penuh keceriaan, anak-anak yatim diberikan kesempatan untuk menikmati berbagai pertunjukan seni hadroh. Selain itu, mereka juga menerima kado dan amplop yang berisi uang untuk keperluan sehari-hari dan alat sekolah untuk mendukung pendidikan mereka.

Tidak hanya di Blitar, di berbagai kota dan desa di seluruh Indonesia, kegiatan anjangsana dan santunan anak yatim juga dilakukan dengan penuh semangat. Berbagai komunitas dan yayasan lokal bergotong-royong untuk menyediakan bantuan dan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan.

Merayakan Tahun Baru Islam dengan berbagi dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak yatim adalah bentuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan bagi semua yang terlibat.

Perayaan Tahun Baru Islam yang dipenuhi dengan kebaikan dan kasih sayang ini menjadi momentum berharga bagi umat Muslim untuk berintrospeksi, memperkuat rasa solidaritas, dan memberikan dukungan bagi sesama, terutama yang membutuhkan. Semoga semangat berbagi dalam momen ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi anak-anak yatim dan dhuafa di seluruh Indonesia.

Berikut beberapa potret kebahagiaan anak yatim dalam memperingati tahun baru Islam 1445 H yang berhasil dihimpun redaksi;

 

Isi Liburan Sekolah dengan Mini Training Fiber Optic

Libur sekolah telah tiba. Saatnya anak-anak terbebas dari rutinitas tugas-tugas sekolah. Mereka bisa bermain atau belajar di luar sekolah sepanjang masa liburan ini. Namun agar anak-anak tidak terjebak dalam kegiatan liburan yang membosankan, jurusan TKJ SMK Islam 1 Blitar telah memikirkan beberapa kegiatan positif yang berguna dan menyenangkan untuk siswa siswi. Salah satu di antara kegiatan positif yang bisa dilakukan siswa siswi saat liburan sekolah adalah kegiatan mini training fiber optic.

Kini SMK Islam 1 Blitar memiliki Laboratorium Fiber Optic berstandar industri yang diletakkan di laboratorium ke-9. Ini dilakukan sebagai langkah awal kerja sama dengan Diskominfotik Kota Blitar, demi menyalurkan kelas industri dan sebagai bukti jurusan TKJ SMK Islam 1 Blitar telah menelurkan siswa siswi yang berkompeten dalam fiber optic.

Program mini training fiber optic ini merupakan kegiatan tidak terstruktur jurusan TKJ namun terlaksana dengan baik. Ini semua dalam rangka memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat.

Kedepan siswa-siswi yang mengikuti mini training ini akan disalurkan ke Diskominfotik Kota Blitar untuk mengikuti praktek kerja lapangan selama 1 tahun ke depan.

Peserta didik akan berinteraksi dan berbudaya industri dalam mendapatkan wawasan, ilmu pengetahuan yang lebih. Khususnya kompetensi fiber optic di Diskominfotik.

Mini training ini membekali kompetensi peserta didik di bidang infrastruktur jaringan fiber optic berstandar industri yang dilaksanakan selama 1 hari .

Kegiatan ini menjadi terobosan yang baik dari sekolah. Fiber optic merupakan kompetensi yang baru di bidang jaringan. Berharap magang siswa di Diskominfotik Kota Blitar dapat bermanfaat sebagai perekrutan lulusan. Jum’at, 7/7/2023.

 

Sejarah Bacaan Takbir, Berawal dari Nazar Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim pernah bernazar demi mendapatkan keturunan. Singkat cerita, lahirlah Nabi Ismail. Seiring berjalannya waktu, Allah SWT menagih nazar Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim kemudian berdoa agar Allah SWT tidak menyiksa satu pun umat. Lalu, setelah mendengar doa Nabi Ibrahim, Malaikat Jibril berkata: “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar”. Lalu, Nabi Ismail berucap “Laa ilaaha Illahu Wallahu Akbar”. Kemudian Nabi Ibrahim menimpali, “Allahu Akbar Walillahilhamd”.

Kisah inilah yang kemudian menjadi asal-usul kalimat takbir.

Awal Mula Kurban, Kisah Ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada Allah SWT

Qurban adalah ibadah sunnah yang berarti binatang sembelihan seperti unta, sapi atau kerbau, dan kambing yang disembelih pada Idul Adha.

Sejarah qurban dalam Islam ini cukup panjang. Sebab ada amanah dari Allah SWT yang dititipkan terlebih dulu kepada salah seorang nabi utusannya yaitu Ibrahim AS.

Pengasuh pondok pesantren Al-Muhsin, KH Subakir, M.Ag menceritakan peristiwa awal mula qurban pada Bapak/Ibu keluarga besar SMK Islam 1 Blitar dalam acara anjangsana di kediaman Ibu Anisa Kusumawati, S.Pd, dusun Dungmanten, Aryojeding, Rejotangan, Tulungagung. Ahad, 25/6/2023.

Peristiwa awal mula qurban itu terjadi ketika Nabi Ibrahim memutuskan untuk berhijrah meninggalkan Raja Namrud dan kaumnya. Ketika perjalanan hijrah yang ia tempuh sudah selesai, Nabi Ibrahim menikah dengan Siti Hajar dan dikaruniai putra, yaitu Nabi Ismail. Perjalanan bersama keluarga terus berkelanjutan.

Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyembelih Ismail. Dengan berlinang air mata, Nabi Ibrahim melaksanakan perintah-Nya, sangat tampak kesabaran dan ketaatan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Oleh karenanya Allah tidak menghendaki penyembelihan itu terjadi, bahkan melarangnya dan mengganti kurbannya dengan seekor kambing.

Koordinasi Calon Siswa Baru, Demi Menghindari Anak Putus Sekolah

Pendidikan berperan penting untuk mengasah kemampuan kognitif anak hingga beranjak dewasa. Kemampuan ini menjadi bekal kecekatan seorang individu dalam menyelesaikan masalah dan tugas apapun. Pelatihan kemampuan kognitif semakin baik jika diajarkan sejak dini.

SMK Islam 1 Blitar membantu anak untuk mengenal cita-cita, bahkan mewujudkannya. SMK Islam 1 Blitar membuat anak punya pengetahuan dan keterampilan yang membuat siswa jadi orang istimewa. Bukan hanya untuk diri sendiri, dengan bersekolah, anak menjadi punya pengetahuan dan keterampilan sehingga bisa membantu orang lain.

Pada prinsipnya, tidak boleh ada anak yang tidak mendapatkan hak pendidikan. Program PPDB SMK islam 1 Blitar adalah salah satu tahapan untuk pemenuhan hak pendidikan anak. PPDB SMK Islam 1 Blitar telah berjalan sesuai prinsip hak anak seperti yang tercantum dalam konvensi hak anak, yaitu non diskriminasi, kepentingan terbaik anak, kelangsungan hidup dan perkembangan anak, serta menghormati pandangan anak.

Saat ini, kebijakan dan pelayanan program PPDB SMK Islam 1 Blitar berjalan dengan baik, menjangkau seluruh anak Jawa Timur. SMK Islam 1 Blitar berusaha menghindari anak putus sekolah, karena tidak mendapatkan layanan program PPDB dengan baik.