Pesantren Al-Muhsin SMK Islam 1 Blitar Gelar Kegiatan Ziarah Wali Madura

Pesantren Al-Muhsin SMK Islam 1 Blitar Gelar Kegiatan Ziarah Wali Madura

Blitar, 3 Februari 2024 – Pesantren Al-Muhsin SMK Islam 1 Blitar menggelar kegiatan ziarah wali Madura yang berlangsung mulai hari Jumat, 2 Februari, hingga Sabtu, 3 Februari 2024. Kegiatan ini diikuti dengan antusiasme oleh seluruh santriwan, santriwati, ustadz, dan ustadzah pondok.

Kepala Pondok Pesantren Al-Muhsin, Ustadz Muchammad Ma’sum, S.Pd.I., menyampaikan rasa syukur atas partisipasi serta antusiasme yang ditunjukkan oleh seluruh santri dalam kegiatan ziarah tersebut. Beliau menyatakan, “Kami berharap dengan kegiatan ini, santri dapat semakin memperdalam makna kebersamaan, solidaritas, dan spiritualitas dalam menjalani kehidupan sehari-hari.”

Tujuan dari kegiatan ziarah ini adalah untuk memperkuat spiritualitas serta meningkatkan pemahaman santri terhadap nilai-nilai keagamaan. Rangkaian ziarah ini meliputi sejumlah makam tokoh-tokoh pemuka agama Islam, antara lain Makam Mbah Sayyid Sulaiman di Mojoagung, Jombang, Makam Sayyid Jumadil Kubro di Troloyo, Mojokerto, Makam Sunan Ampel di Surabaya, Makam Asta Tinggi (Raja Sumenep), Makam Syaikhona Kholil di Bangkalan, Makam Syekh Syamsudin di Batu Ampar, Pamekasan, Makam Syekh Yusuf di Kalianget, serta Makam Ratu Ibu Syarifah Ambami di Aer Mata.

Selama ziarah, seluruh peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan agama serta merenungkan nilai-nilai yang terkandung dalam perjuangan dan pengabdian para wali tersebut. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi momen untuk mempererat tali silaturahmi antara santri, ustadz, dan ustadzah pondok.

Dengan semangat kebersamaan dan kekompakan, Pesantren Al-Muhsin SMK Islam 1 Blitar berharap bahwa kegiatan ziarah wali Madura ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi perkembangan spiritual dan keagamaan para santri serta seluruh komunitas pondok.

Potret Tradisi Ngaji Pasan Pondok Pesantren Al Muhsin

Potret Tradisi Ngaji Pasan Pondok Pesantren Al Muhsin

Blitar – Ngaji pasan di pondok pesantren menjadi satu diantara aktivitas khusus yang ditemui ketika Ramadan. Istilah pasan dipergunakan untuk menyebut tradisi santri yang mengaji khusus di bulan puasa. Bagi sebagian orang, istilah pasan mungkin menjadi hal asing. Tetapi bagi kaum santri itu tidak. Karena momen itu justru dinantikan dalam satu tahun sekali.
Pasan, berasal dari bahasa jawa untuk menyebut aktivitas santri-santri yang datang ke pondok pesantren dan khusus mengaji selama bulan puasa. Kali itu, SMK Islam 1 Blitar menggelar tradisi pasan untuk seluruh guru SMK Islam 1 Blitar.
Berikut foto dokumentasi kegiatan Tradisi Ngaji Pasan Pondok Pesantren Al Muhsin yang berhasil dihimpun redaksi

KH. Mas’ud Jamhuri memberikan arahan pada guru SMK Islam 1 Blitar di Aula pondok pesantren Al Muhsin Kota Blitar. Senin (4/4/2022)

Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan , para guru SMK Islam 1 Blitar khusyuk mendengarkan tausiyah KH. Mas’ud Jamhuri

Tampak belakang Ngaji Pasan di Aula Ponpes Al Muhsin 2022

Tradisi ngaji pasan, meneladani Sunah Nabi Muhammad SAW tentang menuntut ilmu di bulan Ramadan. Yang mana, melakukan satu kebaikan di bulan Ramadan sama pahalanya dengan melakukan ibadah fardhu di bulan selain Ramadan.
Ngaji pasan, selain menambah ilmu pengetahuan, juga dinilai sebagai ladang bagi para guru untuk ngalap (meraih) berkah dari kiyai khos.
Ziarah Makam Pahlawan

Ziarah Makam Pahlawan

PULUHAN SANTRI PONPES AL MUHSIN ZIARAHI MAKAM PAHLAWAN NASIONAL DI JOMBANG

Blitar – Di Indonesia, orang Islam kebanyakan melakukan ziarah kubur kapan saja dan tidak terikat waktu tertentu. Meski sudah jadi kebiasaan, hukum ziarah kubur bukan ibadah yang bersifat wajib dan tidak berdosa jika tidak melakukannya. 
Ziarah kubur menurut Islam hanyalah salah satu sarana agar seorang Muslim selalu beriman dan mengingat kematian. Dengan ziarah kubur, umat Islam akan mengingat bahwa kematian itu nyata.
Ziarah kubur merupakan amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam, terutama bagi Nahdlatul Ulama. Ziarah kubur termasuk ibadah yang mulia di sisi Allah. Islam juga masih menghormati orang-orang yang sudah meninggal.
Kali ini, puluhan santri pondok pesantren  Al-Muhsin kota Blitar berziarah ke makam Pahlawan Nasional KH Wahab Chasbulloh di lingkungan Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Sabtu (20/03/2021). 

Selain mendoakan almarhum KH Wahab Hasbullah, puluhan santri ini juga mengaku berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir. 

Saat dikonfirmasi, salah satu peserta ziarah makam, Solehuddin Ahmad mengikuti ziarah makam ini demi kemaslahatan umat dan agar sambung dengan perjuangan para pendahulu.

Perlu diketahui, KH Abdul Wahab Hasbullah atau Mbah Wahab merupakan salah satu Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)  yang juga pencipta syair “Ya Lal Wathon” yang banyak dinyanyikan dikalangan Nahdliyyin.

Solehuddin menyebutkan, Mbah Wahab selalu menjadi tokoh panutan bagi masyarakat, “Tentunya ini terus dipertahankan demi kemaslahatan umat sebagai tauladan sehingga para santri  bisa sambung dengan perjuangan para pendahulu.” ungkapnya.

Selain melakukan ziarah ke makam KH Abdul Wahab Hasbullah, rombongan santri pondok pesantren  Al-Muhsin juga menyempatkan melakukan ziarah ke makam-makam ulama penyebar agama Islam di Indonesia. Dimulai dari makam KH.Chamim Jazuli (Gus Miek) Ploso Kediri, ke makam makam Setono Gedong (Syekh Wasil Syamsudin atau Pangeran Mekah) Kediri, lalu ke makam Syekh Ihsan Muhammad Dahlan al-Jampesi (pengasuh Ponpes Al Ihsan Jampes) di Dusun Jampes, Desa Putih, Kecamatan Gampengrejo, Kabupaten Kediri, hingga ke makam Mbah Sayid Sulaiman di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung Jombang.

Kegiatan ziarah makam ini juga diikuti beberapa tenaga pengajar SMK Islam 1 Blitar dengan tetap mempertahankan protokol kesehatan 5 M secara ketat. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, hingga membatasi mobilitas dan interaktif.

Click Here